tips untuk diterima kerja di bidang batubara sebagai production and cost control eng.

bekerja di perusahaan batubara tentunya tidak semenarik bekerja di perusahaan oil and gas apalagi yg offshore, terutama soal salary. tapi jangan salah untuk beberapa main position seperti mining geologist, mereka bisa dibayar sangat mahal loh, kisaran minimal 15 jutaan sebulan, jadi untuk adik adik sma diluar sana, kalau otak ga mampu masuk perminyakan, masuk lah jurusan geologi, lalu ambillah yang ke batubara bukan yang ke oil, ya ini mah usul aja, mengingat demand lagi sangat tinggi, sedangkan suply nya sangat sedikit. oh ya, tapi buat yg fresh graduate jangan langsung minta gaji 15 juta kalau belum punya pengalaman ya, insyaallah ditolak. kalau fresh graduate spesialis mining geologist gajinya bisa 9 juta loh (menyesal ga ambil jurusan geologi padahal jadi ada kesempetan jadi adik kelas danlap adi, tapi ngga ah, GEA sih, mending IMG! kita kompak pasti jaya-jadi curhat) anyhooooooo saya adalah cewe geodesi yang ga punya bakat dan kemampuan apa apa yang berkat ridho ilahi jadi bisa kerja sebagai production and cost control eng di satu perusahaan batubara yang alhamdulilah ga terkenal hihihihi.
selama pengalaman saya belajar disini (belajar yaa bukan bekerja, karena sebelumnya ga ada background tambang maupun geologi sama sekali) ternyata jadi prod and cost control ini adalah pekerjaan yang mengasyikkan, sebenarnya asal ada background mantan lulusan tambang, geologi, geodesi ataupun teknik sipil, bisa melamar ke jenis pekerjaan ini.
saya akan dengan senang hati memberikan dasar dari production and cost control untuk kalian yang ingin melamar pekerjaan ini dari background pendidikan non tambang dan geologist.
pertanyaan umum adalah, apa yang anda tau tentang production and cost control engineering? apa anda bisa menghitung plan produktifitas alat maupun man power dari data target produksi perusahaan?
dan beginilah jawabannya :
Pertama kita harus mengetahui total working hour efektif, bagaimana cara menghitungnya? Dari hari yang ada dalam satu tahun, kita bagi kedalam bulan, hitung public holiday, working days, hours per month, dan physical availability dari alat alat berat. Selain itu hitung juga total standby time, yang dapat dimasukkan kedalam standby time adalah : rain&slippery, meal, prayers,fasting, fuel&lube, safety meeting dan shift change. Komponen yang masuk ke dalam standby time ini sudah seharusnya kita ketahui sejak awal, ini penting saat proses productivity control setelah suatu project mulai ber-operasi. Dengan mengetahui dan menghitung komponen down time dan total stand by time maka kita akan mendapat total working hours baik daily maupun monthly.

Untuk menghitung contractor fleet requirement, kita hanya butuh data target OB, target coal, Stripping ratio, existing productivity, Physical dan mechanical availability dari alat, dan yang tidak kalah penting, medan, topografi, dan struktur dari area tambang untuk memastikan alat apa saja yang kita akan masukkan dalam satu fleet. Misalnya kalau area tambangnya agak dahsyat dengan nilai hasil uji kekerasan range tertentu maka kita harus blasting (peledakan) di daerah ini, kalau kita owner gampang, tinggal pastiin si kontraktor punya kemampuan, alat dan SDM yang udah tersertifikasi ngga buat blasting, tapi kalau kita kontraktor, kita harus tau plan area yang di blasting, dan menghitung material blasting juga titik blasting. Kalau area tambangnya agak asyik, berarti kita cukup ripping, ga perlu blasting, kalau kita dapat anugrah dari yang maha kuasa maka kita hanya perlu excavator, dozer, grading ama dumptruck buat ngeruk batubara dengan mudahnya :D

Oh iyah, penghitungan fleet requirement ini harus dilakukan oleh pihak kontraktor maupun owner supaya keduanya punya kontrol buat plan produksi,nanti bisa dibandingin hasil penghitungan kontraktor dan owner, maksudnya sih biar ga ada salah paham dilain waktu, jangan sampai ditengah project kontraktor diputus karena ga punya alat saat si owner mau naikin produksi.

Kalau kita sudah tau bagaimana cara menghitung produktivitas alat, kita akan bisa dengan mudah menghitung fleet yang kita butuhkan untuk memenuhi target produksi, kita juga jadi akan lebih mudah saat melakukan project control dan menilai performance si kontraktor. Kalau ternyata si kontraktor tidak bisa memenuhi target yang telah disepakati dari awal yang sudah disesuaikan dengan fleet capacity dan mechanical availability diluar sesuatu yang bersifat force major misalnya perusahaan owner bangkrut atau terjadi bencana alam atau si owner kurang sesajen ama penguasa jadinya project di cut maka si kontraktor akan di evaluasi untuk diputus kontraknya.

Production control ini juga berhubungan erat dengan cost control.

Selain minta bayaran /MT (metric ton) dari coal yang keluar dan /bcm dari over burden mereka juga minta adjustement untuk kenaikan solar dan adjustment untuk perubahan kurs. Ini masuknya ke perhitungan rise and fall adjustment.

Kalau kurs mah masih ada kemungkinan turun harga, tapi kalau solar kayanya hampir ga mungkin, makanya kita harus bener bener melototin pengggunaan solar dari unit dan di compare sama produktivitas si unit tersebut. Kalau kita owner tentunya kita sangat ingin bisa menekan biaya penggunaan solar dan memperkecil biaya gara gara rise and fall adjustement ini kan? Makanya data produktivity dari kontraktor itu harus kita pelototin dailynya, jangan Cuma terima invoice dan tandatangan. Kalau OB biasanya pake data joint survey jadi insyaallah valid, yang coal getting ini yang agak tricky, kalau based on timbangan masih ok, tapi kalau berdasarkan ritase, asalamualaikuma aja kayanya. Untuk cek ricek, data timbangan, ritase dan coal stock akhir di stockpile harus di evaluasi dan di bandingin, ada loses pasti, tapi kalau loses sampai diatas 3% you better check dari awal cycle pake material balance biar tau loses nya dimana.
jika waktu kuliah anda lulus OS, dan terbiasa tampil meyakinkan dengan melakukan pembenaran. insyaalah kesempatan anda akan sangat besar untuk diterima dipekerjaan ini.
jika sudah diterima, jangan lupa perasaan “sadar harus banyak belajar”
banyak bertanya ama temen satu tim,
jangan malu keliatan bego karena bahkan ga tau jenis formasi pembawa batubara dan ga tau arti stripping ratio.
akhir kata.
Good luck all :)

About these ads

11 thoughts on “tips untuk diterima kerja di bidang batubara sebagai production and cost control eng.

  1. my first word for this post: WOW!

    Fita kereeenn!! bahasa postingannya bahasa engineer tingkat dewa..
    Bahasa bisnis kelas kakaaapp,, yang mana saya pusing bacanya (terminologinya itu loh jelimet)

    Sepertinya dirimu sangat menikmati sekaliii pekerjaan ini,, Sukses yaaa fita-si seniro baik hati-yang suka iseng :p

    oya, terinspirasi dari postingan fita tentang kerjaan.. ngomong2 tentang ‘job’ dan ‘passion’,, is this job your passion? I’d love to read your opinion *malah requesstt* hahahaha

    Overall, nice post, nice share, nice info,, thank you ;) jadi semangat belajar lagi!

    • uhh ohh cha cha cha uhh ohh cha cha cha *senang karena menyebarkan aura positif hahaha
      do i love my job? perhaps..kadang kita mencaci maki apa yang kita kerjakan, kebosanan setengah mati dan iri pada kerjaan teman
      tapii kadang saat kita sedang bekerja, dikejar deadline, atau saat ada obstacle yang bikin kita harus mau ga mau belajar,
      akan ada titik dimana terbersit wow kerjaan ini seru juga yaa
      passion? well passion saya adalah kerja kaya riyanni djangkaru atau pa bondan (bukan bondan prakoso) you know lah travelling dengan makan enak…haratiiss yayayya tapi apakah yang seperti itu benar benar passion? atau cuma keinginan kerja enak uang banyak makan enak :D we will never know
      yang jelas, kerja itu ibadah, kalau kita ikhlas…ini masih belajar ikhlas sih kaya teh ninih tapi belajar itu proses seumur hidup kan :D
      kalau kita bisa melihat sebanyak dan sebesar apa ilmu yang bisa dikasih sama kerjaan kita dan kita mensyukuri setiap proses belajarnya, insyaallah hidup tidak hampa lagi :)
      kecup sayang, dengan hangat, penuh cinta buat mpris…si bola lucu

  2. tante, aku jurusan mtk suatu ptn dan merasa tidak nyaman berada di lingkungan yang sekarang. jadi insya Allah bakal ikut snmptn lagi tahun ini.

    aku sangat sangat ingin masuk itb. awalnya pengen fmipa mtk-nya karna emang minat di mtk. tapii setelah dipikir pikir dan berpikir pikir, kayanya mtk itu terlalu general dan kalopun ingin lebih mengerucut, bisa sih ambil bidang minat terkait, tapi kayak nanggung gitu loh.. misalkah ambil mtk industri..knp nggak sekalian masuk t.industri, gitu, ya kan..

    maaf nih, jadi curhat.com, jadi intinya aku baru menemukan keberadaan jurusan geodesi ini, dan tertarik karena ada iming iming bakal banyak mtknya, dan aku sepertinya suka yang peta peta gitu. aduh awam banget ya alasannya…

    jadi pertanyaan aku tan, gimana dulu waktu di geodesi pelajarannya? aku sama sekali nggak ada bayangan nih, misalkan masuk, apa yang bakal aku dapatkan, khususnya di tahun pertama? dan buat perempuan berat nggak sih geodesi itu? tolong berikan aku alasan alasan supaya aku bisa yakin dengan pilihan ini tan. makasiiiiiiiihhhhhh banyak. have a nice day!

    • Haihai :-) saya juga sama ko waktu masuk sama sekali ga ngerti apa itu geodesi, tapi kalau kamu suka ilmu kebumian dan ingin mempelajarinya dengan pendekatan ilmu hitung berarti cocok bgt ke geodesi :-D di itb juga geodesinya udah ditambah dgn istilah geomatika, jadi lbh general dgn possibility opportunity yg lebih luas :-) ayo semangat, insyaallah tidak menyesal :-D

  3. saya ada rencana melamar di perusahaan batu bara bagian cost control, tetapi saya masih sangat awam dalam bidang ini.mudah2an mba fita bisa bantu memberikan contoh2 perhitungannya. apa ada softwerenya?

    • Kalau software khusus kayanya ga ada deh, untuk production control biasanya tiap perusahaan punya sistem sendiri, cost control juga biasanya pk sistem yg nge link ke bagian lain kaya budget dan finance, hehehe coba aja dulu kalau ada lowongan, saya juga learning by doing ko :-)

  4. ola mbak fita..keren penjelasannya, mo nanya juga nih klo dikontraktor yg tiap bulan ngurusin monthly progress claim setau saya ngurusin hal-hal seperti :
    Jumlah OB, Coal Loading, Mud, Rip and Push, Rise and Fall, Blasting (th 2013) Mob / Demob, Dayworks, Fuel usage reconciliation (jika ada)

    nah cost-cost utk rip & push, day works, mud, rise falls itu seperti apa ya contohnya trus utk saving costnya bagaimana yah?

    kemudian penyusunan P&L utk kontraktor dan owner ada bedanyakah? dari sisi revenue dan pengelompokan cost-costnya? apa saja yg utama?
    thanks infonya

  5. saya pengen bgt krj di tambang batU bara, dari dulu belom kesampean.
    Kalo lah ada temen2 yg bisa lgsng ngajak krj di bidang itu pasti’y sy sangat b’syukur.
    Pengalaman QC PALM OIL MILL
    skrg umur 24
    mksh bgt sblm’y.
    No.Hp 085752477889

  6. saya mau minta solusi untuk tambang batu bara, pendidikan apa yg harus kita tempuh untuk bekerja di tambang batu bara.
    terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s