waktu acara tujuh bulanan kemarin, banyak diomongin sama sepuh sepuh
banyaknya tentang hakikat kelahiran seorang bayi
karena bahasa mereka tingkat tinggi, saya coba untuk menceritakan kembali sesuai yang saya tangkap ![]()
kelahiran adalah suatu kejadian spiritual,
dalam sebuah kelahiran ada empat hal yang saling berkaitan
dan mereka berurutan dari yang pertama akan “terbebaskan” ke dunia.
yang pertama adalah rasa takut, semua wanita yang mengalami proses kelahiran akan merasakan rasa takut.
dan rasa takut itu pulalah yang pertama akan hilang dan terlepas tertutup rasa jerih payah dan kerinduan bertemu si jabang bayi
yang kedua adalah kakang kawah atau air ketuban,
disebut kakang atau kakak tertua karena dia keluar lebih dulu dari si jabang bayi,
dia juga disebut kakang karena bertugas sebagai penjaga, penyedia suatu alam yang nyaman bagi janin, agar si janin merasa nyaman berenang renang di dalam rahim si ibu, dan sebagai pelancar dan penjaga saat proses keluarnya si jabang bayi.
yang ketiga adalah si jabang bayi,anak kita yang talah Allah Anugerahkan di rahim kita untuk kita jaga dari satu titik kecil hingga nanti dia dewasa,
yang keempat adalah adi ari ari, atau kita kenal dengan nama plasenta.
disebut adik karena dia keluar setelah si janin, dan karena selama di perut dia berfungsi sebagai pemberi makanan, penyampai nutrisi dari ibu ke janin, penyedia oksigen, maka kita harus “menghormatinya” saat dia sudah keluar nanti.
karena itu menurut tradisi, plasenta harus dimandikan dan disimpan dalam kendi untuk kemudian dikuburkan di muka rumah sebelah kanan oleh ayah si bayi. agar mereka dapat tetap berdekatan dan saling menjaga.
yang kelima adalah penyempurna yaitu jiwa, nafsu, ruh dll yang biasanya menjadi sempurna setelah sedulur papat tadi keluar.
pengertian ini sebenarnya dikaitkan dalam banyak hal di kehidupan.
tergantung bagaimana kita mau melihat dan mendalaminya.
ilmu saya memang masih sangat dangkal, apalagi tentang hakikat kehidupan dan kaitannya dengan kejawen.
mungkin nanti, bertahap dan perlahan lahan,
semua bisa sejalan kalau kita melihatnya sebagai satu kesatuan
dan semua bisa bertolak belakang kalau dari awal kita memang melihat dengan cara “dipisah pisahkan”
agama, tradisi dan kepercayaan
untuk saya?
saya memilih untuk melihat itu sebagai satu kesatuan
kakang kawah, adi ari ari
on December 20, 2011
Advertisement
wow ya filosofi kelahiran itu..gw baru tau fit..
Iyah ki.kira kira itu yg bisa fita tangkep..dalem yah…sesuatu banget hihihi