Uncategorized

Kemana larinya renumerasi Dan bantuan Dana pendidikan

Jadi ibu hamil membuat pantry adalah area ideal untuk melarikan diri dengan alasan harus makan setiap 2 jam sekali.
Seringnya hang out Di pantry membuat saya akrab dgn OB Di Kantor saya.terutama yg namanya mas irwan, dia suka ngajak saya ngobrol, tentang macam macam.
Kemarin saya Tanya tentang anaknya yg kelas 2 SD, sekolahnya dimana Dan Mahal ga biayanya.
Dia bilang anaknya sekolah Di depok, Di SD Negri dekat rumah. Saya Tanya, gratis dong ya mas, katanya masuknya gratis, bulanannya gratis, tapiiii seragamnya harus beli Di sekolah, seragam merah putih, pramuka Dan batik. Bukunya Harus beli Di toko yang ditunjuk oleh sekolah, Di toko yg ditunjuk itu, nama Dan identitas si anak ditulis oleh si punya toko, sekolah dapet fee, guru dapet fee, kalau ga beli Di toko itu? Orangtuanya dipanggil Dan ‘diingatkan’ tentang perlunya membeli buku Di toko itu. Hmmmm aneh ya..mulai ganjil? Belum gongnya..anak harus beli sepaket, buku teks Dan buku latihan, si guru selalu Dan hanya pake buku itu, Dan buku itu gantiii tiap tahun, kadang hanya sampulnya tapi ya balik lagi keperaturan beli buku Di toko yg ditunjuk si guru yg tadi sudah saya ceritakan..
Dengar cerita tentang fitri yg dijemur gara gara bajunya udah jelek lalu pihak sekolah menyangkal Dan bilang fitri ga lengkap pake atribut. Salah sodara sodara.
Mas irwan bilang, tiap naik kelas, anaknya Wajib untuk beli seragam lagi Di sekolah. Kalau ga beli? Orangtuanya dipanggil lagi…’diingatkan’ lagi.
Kalau jaman kita sma mungkin ya pernah denger guru yg ngasih les buat anak anaknya, lalu si anak anak jadi ‘bagus’ nilainya? Ya udah lah yaaa yg Di les in kimia jugaaa atau fisika. Ini anak kelas 1 SD harus les Baca Dan ngitung sama gurunya kalau Mau nilainya ‘bagus’.
Ga semua guru gitu, ga semua sekolah gitu
Tapi to be honest, saya AMAZED dengan berbagai cara yg dilakukan sekolah Dan guru guru itu untuk ‘mencari’ uang.
Apa yg salah? Sistem pendidikan? Sistem renumerasi Dan anggaran pendidikan yg katanya udah ditingkatkan tapi tidak diratakan?
Pemerintah harus lebih pilih pilih untuk siapa yg pantas dapat Dana pendidikannya. Pemerataan yang harus diperhatikan. Bukan banyaknya besar anggaran.

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s