Uncategorized

Tentang jawaban

Senin kemarin, saya sedang sangat sangat gelisah
Menunggu kabar,
Bukan untuk saya tapi untuk suami.
Tidur ga tenang, bahkan saya gatal gatal, kebiasaan kalau lagi stress.
Saya sangat tidak sabar,
Sangking tidak sabarnya saya ga bisa ngerjain apapun hari itu.
Akhirnya dari sholat zhuhur, saya diam Di mushola Kantor sampai ashar
Saya berdoa agar si kabar dipercepat
Agar isi si kabar adalah sesuatu yg baik
Berkali Kali
Sampai si doa terdengar seperti mantra
Saya begitu gelisah Dan tidak sabar
Rasanya tak pernah se tidak sabar itu
Saya sholat supaya tenang,
Mencoba mengalihkan perhatian
Ekspektasi saya besar..sampai doa saya terdengar memaksa
Lalu sang maha pemberi jawabanpun memberikan jawabannya
Tidak pakai lama
tapi..
ternyata
jawabannya, tidak
Lucu yah,
Saya senyum sendiri sambil menahan sakit Dan kecewa
Lucu karena saya memaksa Allah untuk sebuah jawaban
Bisa bisanya saya memaksa Allah
Padahal lalu saya ga sanggup mendengar jawabannya
Terimakasih ya Allah
Terimakasih untuk pelajaran yg luar biasa berharganya 🙂

Standard
Uncategorized

Fix you

Iman itu, mungkin saat kita meminta jawaban, dengan sangat, Dan ternyata jawabannya tidak…tapi kita masih percaya bahwa itu untuk yg terbaik, Dan Allah lah yg maha tau atas segala Hal yg tersembunyi.

When you try your best but you don’t succeed
When you feel so tired but you can’t sleep

Lights will guide you home,
And ignite your bones,
And I will try..to fix you..

Standard
Uncategorized

Homeschooling, yaayy or naayy

Berapa tahun belakangan, Indonesia mulai mengalami pergeseran sistim pendidikan yang signifikan. Keluhan mulai muncul dari seringnya terjadi perubahan kurikulum, content text book yang tidak sesuai, indikasi masuknya unsur pornografi Dan kekerasan dalam buku pelajaran Dan bullying yg semakin parah.
Alternatif diluar sistem pendidikan formal pun mulai bermunculan, yang paling terkenal tentunya homeschooling.
Dulu mungkin yg kita kenal dari homeschooling adalah sistem belajar Di rumah, memindahkan kurikulum pelajaran dari sekolah ke rumah. Sistem ini biasa diambil oleh para artis muda atau anak anak yg tidak diterima Di sekolah formal karena satu Dan lain Hal.
Tetapi sekarang, homeschooling menjadi pilihan yg cukup terkenal untuk diambil, terutama Di kota besar seperti Jakarta. Homeschooling bukan memindahkan kurikulum sekolah formal ke rumah, homeschooling lebih seperti sistem belajar mandiri, sesuai dengan minat Dan bakat yang ingin kita kembangkan, sehingga anak tidak terbebani dengan kurikulum yang terlalu banyak tetapi tidak mendasar. Membuat anak anak belajar dengan fun, belajar substansi dari suatu ilmu sehingga yg dia pelajari bukan mukanya saja tetapi sampai dalamnya.
Kalau kata saya sih, homeschooling membutuhkan komitmen berkali Kali lipat dari si pembimbing dibandingkan sistem manapun. Pembimbing yang bisa saja orang spesialis atau kita sendiri sebagai orang tua, harus selalu in touch Dan concerned dengan perkembangan si anak.
Saya juga punya anak, saya juga sedang mencari sistem pendidikan paling nyaman Dan baik untuk anak saya. Dan saya sejauh ini, tidak akan memilih sistem homeschooling untuk anak saya.
Iya, ini sistem yg bagus Dan tidak mengikat anak, selama..kita memegang komitmen kita dengan sangat baik. Dan komitmen adalah suatu Hal yg sangat besar.
Saya akan memilih sistem pendidikan formal, dengan tambahan pendampingan Di rumah.
Kegagalan dari Sistem pendidikan formal adalah saat kita kehilangan kontrol atas anak kita. Saat kita terlalu percaya dengan institusi pendidikan.
Sejauh ini, saya juga belum terpikir untuk memasukkan arslan ke sekolah asrama atau sekolah yg berlandaskan agama, atau sekolah terpadu semi asrama yg sekolahnya dari pagi sampai sore.
Sejauh ini, saya ingin sekolah yg fun Dan membuat arslan semangat setiap hari, arslan bisa pulang siang Dan tidur siang, belajar mengaji Di sore hari, ngobrol tentang hari ini ngapain aja, belajar Dan ngerjain pr bareng sama saya Dan papahnya, terus tidur malam sambil tersenyum.
Jadi sampai sekarang, saya masih say nay untuk homeschooling 🙂 karena saya masih takut, takut untuk mengambil tanggung jawab yg terlalu besar andai sistem homeschooling yg saya terapkan tidak berhasil. Dan harusnya kalau kita punya kontrol atas sistem pendidikan formal dengan pendampingan saat Di rumah, masalah yg akan timbul dari kekurangan sistem pendidikan normal dapat kita minimalisir kan? 🙂

Standard
Uncategorized

Aa arslan 17 bulan

Lepas dari satu tahun adalah tahap monkey see monkey do buat perkembangan anak.
Arslan selalu terlihat seperti tidak pernah memperhatikan sesuatu, kadang terlihat tidak peduli. Tapi setelah beberapa Kali diamati, arslan kalau lagi girang kesenengan diajak jalan jalan Dan main permainan, pasti dia ngasih tampang cool tanpa expresi. Padahal seneng banget. Nanti kalau udah nyampe rumah baru pecicilan kegirangan ceritain abis ngapain aja. Arslan emang belum bisa cerita, kata kata juga belum jelas tapi dia akan mencontoh permainan yg tadi dia naikin, sambil ketawa Dan cerita rameee banget, padahal kita ga ngerti dia ngomong apa, tapi lucu banget ngeliatnya.

image

Ini contoh muka tidak pedulinya saat ditempat keramaian, padahal hatinya girang bukan kepalang.
Balik lagi ke soal arslan yg keliatannya tidak pernah memperhatikan, ternyata arslan banyak ngasih kita kejutan.
Arslan selalu mengembalikan mainan, topi, sepatu, buku bahkan dot susunya ditempatnya. Persis.
Arslan memilih topinya, sepatunya bahkan kue yg Mau dia makan sendiri.
Saat mengeluarkan semua mainan Mobil mobilannya, dia suka membariskan mainannya.
Waktu saya gunting kuku sambil duduk Di lantai Dan kotorannya masih berantakan, dia ambil sapu sendiri Dan menyapu bekas serpihan kuku saya hik hik terharu
Arslan memilih bukunya sendiri, dia mengingat buku ikan yg mana, buku pesawat yg mana, Dan mana buku kucing. Intinya dia menghapal buku yg dia punya Dan isinya.
Waktu saya nyuapin dia Di teras tetangga Dan makanannya dia lepeh lepeh, saya bilang, yaahhh kan jadi kotorr, nanti bu dokternya marah loh, kemudian dia ambil tissu basah terus dia lap bekas lepehannya.
Walau sampe 17 bulan ini, dia belum ngomong sehebat anak lain seumurannya,
Tapi kita ga khawatir, karena percaya perkembangan anak kan beda beda 🙂
kesayangannya mamah sama papah
Kami sangat bangga padamu nakkk.
Terimakasih untuk semua kesabaran Dan pengorbananmu ya nakk
Mamah papah sayang arslannn

image

Standard
Uncategorized

Random though about parenting

Belakangan ini, banyak diingetin kalau saya harus banyak sekali belajar.

Persiapan untuk mendidik arslan nanti,

Untuk menjadi pengajar dan pelindung

untuk bisa menjawab dengan benar dan bijak setiap pertanyaan yang akan dia ajukan

Kan malu ya kalau ditanya anak terus kita ga bisa jawab heuheu

Tapi sih kalau ga bisa jawab saya akan bilang kalau mamah belum tau jawabannya, nanti mamah cari tau dulu ya

Sebisa mungkin ga akan menjadi orang tua yang asal jawab dengan asumsi anak kecil belum ngerti.

Saya tiba tiba diingetin kalau saya harus belajar lagi soal agama, belajar menggambar, belajar membuat cerita dan membangun imajinasi, belajar nyetir, belajar bahasa inggris, belajar masak, belajar bikin kue, belajar lagi juga karena mau sekolah lagi, belajar sabar, belajar bersyukur, belajar jadi ibu, belajar jadi istri, belajar lagu lagu anak anak dan tiba tiba ngerasa kayanya saya beneran ga bisa apa apa.

jadi malu, malu karena kurang bersyukur, padahal Allah titipin Arslan pasti karena Allah percaya kalau saya dan suami insyaallah akan bisa jadi orang tua yang baik buat arslan.

Etapi berarti saya dan suami juga harus percaya dan rajin belajar yah, kan Allah Yang Maha Tau aja udah percaya

Ya Allahhhh semoga saya dan suami benar benar bisa menjaga amanah mu yang sangat berharga ini. 

Saya selalu melihat mamah sebagai sosok ibu luar biasa hebat, tak bercela, tak terganti dan terbaik sepanjang masa

Pertanyaannya, saya bisa ga ya bikin arslan melihat saya seperti itu?

Saya yang ga bisa apa apa ini…*lahh malah ga pede lagi hahahha

Bismillah aja deh fit yaaa…bismillah *tepuk pundak sendiri

Standard