Uncategorized

why we should not give up

tau rasanya kecewa kan?
kalau rasa kecewa sama diri sendiri gara gara nyerah tau ga rasanya kaya apa?
rasanya satu juta kali lipat lebih menyedihkan dibanding kalau kita memang benar benar kalah.
awal tahun lalu, saya kirim dua abstrak untuk FIG
kedua abstrak itu diterima
karena saya masih peneliti muda tentunya saya harus meminjam beberapa nama peneliti untuk saya letakkan di tulisan itu.
waktu pertama dapet kabar diterima, saya seneng dong, pake banget
seneng karena ide saya diterima di ajang yang bergengsi di lingkungan keilmuan saya
tidak lama saya menerima email dari seorang senior saya yang dia kirimkan kesemua anggota kelompok keahlian tentang betapa abstrak yang saya kirimkan tidak akan selesai dalam waktu 3 bulan, dan betapa kalau saya tidak sempurna membuatnya itu akan membuat malu institusi.
sang senior pun menyebutkan bukti pendukung mengapa penelitian saya tidak pantas untuk dilaunch di ajang itu
betapa yang saya buat berindikasi untuk membuat malu nama mereka, dia sampai menyebutkan sekian kata dari total kata yang saya buat untuk overview penelitian itu hanya teori yang entah bagaimana akan bisa diuraikan dengan baik dalam waktu 3 bulan.
dan saya
cuma bisa nangis dan nyerah
iya, nyerah karena percaya tulisan saya cuma bikin malu mereka
nyerah karena percaya saat orang bilang tiga bulan terlalu singkat untuk menyelesaikan tulisan saya
nyerah karena berpikir yg dia bilang pasti benar
saya nyerah tanpa ngasih kesempatan buat diri saya berjuang
saya nyerah padahal itu ide saya dan jelas diterima FIG
saya nyerah cuma karena saya takut
dan kekecewaan karena menyerah itu ternyata jauh lebih menyedihkan
beberapa hari yang lalu saya ketemu teman yang akan berangkat kesana
dia kaget saat saya bilang saya tidak meneruskan 2 tulisan yang saya kirim
dia bilang kalau dia dan dosennya berpikir tulisan saya berisi ide menarik yang ingin mereka tau lebih lanjut
tau ga rasanya saat mendengar hal itu?
seperti sudah mendzolimi diri sendiri
menyedihkan karena saya kalah gara gara mengalah
harusnya saya biarkan badan saya babak belur dulu karena berusaha

fita, maafkan saya ya
karena saya menyerah
terimakasih untuk pelajarannya
saya tidak akan pernah lagi akan menyerah
karena tidak ada hal yang sia sia
sekecil apapun itu

Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s