Uncategorized

Selamat empat tahun anak!

Selamat empat tahun Arslan Radiyasenna Arkananta,
Be Strong but not rude
Be Kind but not weak
Be Bold but not bully
Be Humble but not timid
And
Be Proud but not arrogant
We love you
And may the force be with you
Always …..
(Kemudian theme song star wars) – with Bayu

View on Path

Standard
Tips tips

jangan biarkan anak main sendirian

sabtu kemarin, saya sama suami ajakin anak main ke miniapolis pvj

bayarnya 120.000 yuuuu mariii mahal ya buibuuu, itu kalau buat mandi bola di griya bisa 12 kali #emakirit

disana mainannya lengkap sih, dan bikin adrenalin si anak memuncak bahagia, tempatnya luas dan ada tempat panjat tebing yang dia pandangi penuh kekaguman karena belum pernah dia lihat makhluk itu sebelumnya.

kita pun langsung ada di pinggiran meng encourage arslan supaya mau nyoba naik, sistem si digiwall ini adalah pijakannya nyala dan mati lampunya kalau berhasil dinaikin. saat anak anak lain menaiki si digi wall, anak saya mah cuma loncat loncatin sambil matiin lampu lampunya, sekalinya naek, baru dikit dia panik dan teriak…”ini gimana turunnyaaaa” bahahahhahaa emak bapaknya langsung melipir, ketawa pasrah liat anaknya takutan begitu, dan kita cuma bilang, loncat ajaa ga akan sakit ada matras (orangtua macam apa)

ga berapa lama si digiwall mulai dipenuhi anak anak yg lain, sebagai anak low profile, si arslan bukannya gabung malah melipir liatin anak anak yg naik. Ada anak perempuan, jagooo banget, dia bisa naik keatas sampai puncak dengan sangat cepat. saya dan suami takjub dan bilang “waaaa tetehnya jagoan bangettt” (dengan mengabaikan anak yang kemudian milih naik trampolin). si anak perempuan ini, ngeliat kita dengan bingung, terus dia turun, kita tepuk tanganin terus dia senyum. abis gitu dia langsung naik lagi ke atas, kita mulai cari anak kita sendiri dan ga liatin si anak cewe itu lagi. ternyata kita denger si anak cewe itu teriak ommm tanteeee, kirain bukan ke kita jadi kita cuek aja, ternyata dia teruss aja panggil kita dan bilang omm tantee liaatt aku bisa naik ke tempat paling tinggi, awalnya kita bingung, tapi kita langsung tepuk tangan lagi dan kasih jempol lagi, dia ulangi sampai tiga kali, kita pun lakukan hal yang sama, ngeliat kita yg konsen manggilin arslan, dia nyamperin saya terus bilang, tante anaknya namanya siapa? saya bilang arslan, terus dia perkenalkan namanya alika 5 tahun sekolah di darussalam (udah kaya template padahal ga ditanya sekolah dimana)..

kemudian dia nyamperin arslan, ngajak arslan main digiwall, dan bilang sini yu aku ajarin.. arslan pun mau, ga berapa lama arslan berani naik digiwall sampe tinggi dannnn tau cara turunnya ahahaha kita tepuk tanganin dua duanya, terus si anak cewe nyamperin saya,

tante, aku hebat ya bisa naik tinggi

iya hebat sekali

tante kasih aku senyum dan jempol ga?

iya dong ini senyum sama jempol

tante tante aku mau cerita dong

boleehh….

baru mau dengerin si anak cewe cerita,

tiba tiba kepotong sama sesuatu, saya juga lupa apa pokonya pas saya mau balik nanya si anak cewe tadi mau cerita apa, si anak cewe udah ga ada

moral of the stories, for me especially

saat mengajak anak main ke tempat permainan, anak membutuhkan kita untuk tetap ada disitu, yg mana kita kadang malah ninggalin anak dan keliling belanja

mereka butuh di apresiasi

mereka seringkali ingin memperlihatkan kebisaan mereka

mereka membutuhkan kita tersenyum untuk mereka

bertepuk tangan untuk mereka

dan bahkan mentertawakan mereka

jadi yu jangan tinggalin anak anak kita main di tempat permainan sendiri πŸ™‚

Standard
Uncategorized

Empowering Parents

Semenakutkan itu kah dunia sekarang sampai kalian terlalu ketakutan Dan hilang harapan?
Semenakutkan itu kah dunia sekarang sampai kita sebisa mungkin memasukkan anak kita kedalam bubble tidak terlihat yg anti peluru, anti narkoba, anti teroris, anti pornografi, anti lgbt, anti polusi, anti kejahatan, anti berita, anti media sampai anti society
Selemah itu kah kita sampai kita kalah dengan semua itu?
Hei para orangtua
Ayo jadi orangtua pemberani
Agar kita tidak membesarkan generasi yg penakut Dan lemah
Kalau kita terlalu banyak ketakutan bagaimana kita bisa mengajarkan anak kita jadi anak pemberani?
Kita masih punya iman Dan agama kan? Cukup itu bukan bekal untuk anak anak kita tau mana yg baik Dan yang jahat
Bukankah justru kita harus ajarkan mereka jadi pemberani?
Berilmu Dan berakal
Berjalan didepan
Bertanggung jawab Dan berjiwa pemimpin setidaknya untuk dirinya sendiri
Apakah kita bisa membentuk anak anak kita jadi seperti itu kalau kitanya yg takut, lemah, Dan tidak punya harapan?
Ayo para orangtua
Kita jadi orangtua cerdas yang pemberani
Semua kegilaan ini hanya bisa dilawan dengan strategi cerdas Dari orangtua pemberani

Standard
rumah

tentang membeli rumah baru atau second

punya rumah sendiri adalah cita cita hakiki setiap pasangan suami istri

begitu pun kami, dulu punya rumah imut, rasanya bahagiaa sekali, beli di developer, ditongkrongin dari jaman masih tanah, di renov, di cantik cantikin, luas tanah cuma 72 juga berasa 92 kalau sama kamu.

pas mau beli rumah di bandung, banyaakkk banget pengenannya.

di tengah kota, halaman depan belakang, luas, banyak pohon, kolam renang, kandang kuda, taman gantung babilonia sama peternakan sapi ihihihihihi maklum kaannn namanya juga BPJS, Budget Paspasan Jiwa Sosialita

pertanyaannya, dimana rumah model begitu….pake apa bayarnya….

rumah itu sebenarnya masalah prioritas

apa yang jadi prioritas kategori kita saat cari rumah, dan apakah kita siap menempatkan prioritas bayar cicilan rumah diatas pengeluaran lainnya

waktu masih idealis dulu, tentunya saya pingin rumah baru, iya kalau rumah lama takut ada hantunya, dilalah rumah baru juga bisa ada hantunya

dulu saya mau sistem cluster kecil model townhouse biar gaya, gapapa jauh juga

setelah semua pengalaman berharga di rumah pertama, rumah kedua ini cuma punya satu kriteria, deket – rumah – mamah

maklum aku kan anaknya manja…mandi jarang (idih garingannya taun 90an banget deh)

cari rumah baru = jauh dari pusat kota, ada sih yang deket tapi ga mampu bayarnya

mau rumah dekat pusat kota tapi cari yang mampu kita bayar harganya = rumah second, dengannn semua kelebihan dan kekurangannya

beli rumah second harus siap dengan beberapa hal:

  1. teliti sama surat surat, sekarang kalau mau KPR kita harus nyerahin IMB bangunan yang mau kita beli, masalahnya ga semua rumah lama punya IMB. cek juga pajak pajaknya, apakah dia suka bayar pajak atau ngga, karena lumayan ribet banget kalau kita harus ngurus pajak pajaknya juga. dan tentunya cek akta jual beli dan sertipikatnya apakah atas nama orang yg bersangkutan atau kita urusan jual beli sama anak warisnya, karena ribet banget juga kalau kita udah masukin dp taunya salah satu ahli waris ga setuju.
  2. teliti sama kondisi rumah, menyadari kalau rumah yang kita beli adalah rumah second yang pasti punya kekurangan, masalahnya apakah kita menerima semua kekurangannya, rumah bocor mungkin mudah kita terima, bisa dicari solusinya. tapi kalau rumah langganan banjir? atau banyak rayapnya? atau banyak hantunya?
  3. siap budget lebih untuk renovasi. apakah renov primer karena emang ga livable kalau ga di renov dulu, atau renov sekunder karena rumahnya kurang “kita banget”. keduanya sama sama membutuhkan budget lebih. apalagi yg namanya renovasi rumah, kaya orang yang pacaran, dimana aku selalu kurang dimata kamu. benerin kamar mandi, melipir ke dapur, melipir ke balkon, melipir ke garasi, teras, tambah ini tambah itu kuraanggg mulu, biasanya renovasi hanya berhenti saat uangnya memang tidak ada lagi.

jadi apa dong tips nya kalau mau beli rumah second:

  1. tentukan satu kriteria prioritas, stick with that one. misal kriterianya adalah lokasi, atau nama daerah tertentu, atau luasan tanah tertentu, jangan terburu buru, rumah ada jodohnya.
  2. menyadari kemampuan membayar cicilan, syukur syukur kalau mampu bayar cash. tapi kalau KPR perhatikan berapa cicilan yang memang sanggup kita bayar perbulannya tanpa mengorbankan kebutuhan lainnya.
  3. pilih rumah yang paling sesuai dengan kepribadian kita, jadi ga perlu major renovation. kalau rumah mau dibagusin kan lebih mudah dibanding bikin rumah jadi sesuai sama kepribadian kita.
  4. perhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama pertimbangkanlah tumbuh kembang anak, apakah lingkungannya nyaman untuk anak anak kita main dan tumbuh dengan riang gembira, apakah ada ruang untuk anak kita bisa berlari atau bersepeda dengan nyaman.atau apakah lingkungannya cukup aman, agamis dll

jadi rumah baru atau rumah second? tergantung….situasi kondisi dan toleransi

 

Standard
Tips tips, traveling

Tips ajak anak jalan jalan

Sebagai orangtua amatiran yg baru sekali berhasil ajak anak jalan jalan setelah membuang satu ticket jepang dua ticket singapur Dan membuat si anak masuk rumah sakit Dan di RAWAT saat “liburan” di jogja sekeluarga besar saat itu membuat rencana ngajak arslan jalan jalan kemarin menjadi sangat menegangkan.
Lebih bikin tegang lagi Karena persiapan ga perfect banget, padahal biasanya pergi bedua aja saya Dan suami selalu super well prepared.

Tulisan ini lebih seperti pengingat buat saya Dan suami untuk perjalanan selanjutnya, jadi tulisan akan dibuat per point. Tips ini akan saya buat segeneral mungkin, alih alih bikin tips bawa anak cowo super Γ ktif ga mau diem susah makan Dan moody an saya pilih judul yg lebih sederhana seperti diatas:

Jadi apa aja yg perlu diperhatikan?
1. Pilihan moda transportasi Dan waktu keberangkatan
Pilih yg paling cepet nyampe atau kalau itu terlalu mahal, pilih yg paling bikin anak nyaman. Waktunya jangan terlalu pagi atau malam, mending siang Dan pastikan si anak sudah makan, untuk menghindari anak masuk angin atau sakit, Karena kadang kalau terlalu excited anak akan lebih susah dikasih makan.
Jika pilihan moda transportasi anda rajin delay, ingatlah untuk selalu membawa minum, Dan cemilan untuk anak untuk jaga tubuh anak tetap ter hidrasi dengan baik.

image

2. Obat obatan pribadi anda Dan anak

Biasanya obat yg saya bawa Tolak angin, obat pusing, obat gatal/alergi, obat sakit perut Dan salep kulitnya arslan yg gampang ruam ruam kalau kepanasan. Bawa kayu putih juga sama hansaplast.

3. Pilihan tempat menginap

Pilih tempat menginap yg child friendly. Ga harus hotel besar yg ada kolam renangnya, cukup yg bersih, yg kamarnya dibersihin tiap hari Dan nyaman lingkungannya. Kemarin kita menginap di greenhost prawirotaman, and its fun! Ada rooftop dan green housenya jadi sekalian bisa edukasi anak anak juga.

image

image

image

image

4. Pemilihan tempat tujuan jalan jalan

Perhatikan durasi berapa lama kita liburan, ada apa saja disana? Mau kemana saja? Berapa lama alokasi waktu tiap lokasi.
Penting untuk diperhatikan, jam Dan hari operational tempat tujuan kita.
Melihat pengalaman kemarin, idealnya adalah dua lokasi saja perhari.
Kenapa? Agar anak ga cape, jaga kesehatan anak biar ga sakit, Dan ini paling penting….jaga mood kita….kalau kecapean, mood salah satu Dari kita jelek….udah deh

image

5. Bagaimana agar anak tidak bosan di jalan?

Jangan kasih game….anak harus belajar menikmati perjalanan….tipsnya ajak anak ngobrol, ceritakan mereka sekarang ada dimana, mau kemana, ada Apa disana, kita akan ngapain aja disana….kita biasanya ajak arslan Baca Peta setiap pagi sebelum berangkat, itu Bantu banget buat bikin anak tertarik Dan menikmati perjalanan. Google map, street view, Waze….sakti sekali bikin si anak ga bikin “kekacauan” di jalan.

6. Jangan underestimate anak
Kadang kita suka mikir saat cari tujuan wisata, dia suka ga ya? Dia enjoy ga ya ketempat kaya gitu? Dia bosen ga ya?
Anak pada dasarnya akan suka semua tempat asal ya itu Dari awal di briefing dulu tentang tempat yg akan dia datangi…jadi dia akan lebih excited dan ga datang dengan”kepala kosong”….pas sampai biar dia eksplor sendiri…bangun keinginan dia buat bertanya tentang banyak hal…contoh anak udah tertarik adalah saat mereka mengingat apa yg dia dengar dari cerita dengan apa yg dia liat langsung tanpa kita ceritakan lagi…contoh saat dia bilang ” Itu gunungnya yg papah ceritain itu ya?” Berarti misi kita berhasil untuk membuat dia menikmati jalan jalannya.

image

image

8. Last but not least

They are your traveling partner…ajak mereka diskusi, dengarkan keinginannya, jangan lihat mereka sebagai anak kecil yg tidak tau apa-apa. Mereka partner kita, mereka lah yg membuat apa yg kita lihat Dan rasakan berbeda πŸ˜„

image

Standard
Uncategorized

welcome home,,,home

Bayu Fita Beli Rumah

setelah nyari rumah sejak januari 2015

ngecengin si rumah sejak Juli 2015

drama….drama……dan dramaaaaaa (dramanya sama pemilik rumah sebelumnya)

sampai akhirnya di akhir 2015

Bayu Fita beli rumah, di bandung, yang cuma 7 menit dari rumah mamah

rumah ini beda banget sama si imut, rumah kami sebelumnya

kalau sama si imut kita selalu sama-sama, papah bayu, mamah fita, dan arslan

di rumah ini, hanya ada mamah fita dan arslan mungkin dalam waktu yang agak lama

karena rumahnya rumah second, tentunya harus ada renov disana sini, yg belum kita lakukan karena semuaaa tabungan yang terkuras pas proses beli si rumah

dan yang paling diperhatikan sama bayu adalah keamanan, selalu bolak balik bilang, rumahnya harus aman karena kalian cuma berdua

terimakasih papah bayu

karena selalu memastikan kami selalu aman dan nyaman

terimakasih sudah jadi suami dan papah jempolan

semoga rumah ini selalu penuh kebahagiaan dan cinta,

tempat ula pulang setelah lelah bekerja dan berjuang di jakarta

tempat berlindung dan pulangnya anak anak setelah belajar di sekolah dan capek bermain

tempat fita akhirnya akan mencoba oven baru hahahaha

tempat kita tertawa sama sama setelah sholat berjamaah

tempat kita akan bertumbuh sebagai keluarga

tempat yang akan selalu beraroma makanan enak

so,

welcome home,,,,dam dam (nama rumah kami)

we are team now

lets have fun together ❀

 

 

 

Standard