Uncategorized

Pendidikan anak?

Pas lagi ngobrol ngobrol sama sesama emak emak Di Kantor, tiba tiba pokok bahasannya tentang sekolah anak, mengeluh tentang mahalnya biaya sekolah (ya eyalaahh mereka masukinnya ke high scope, al azhar, yuuu marii) terus tiba tiba aja si A ngomong, eh anak gw  Mau gw daftarin kumon loh -Nada bangga. Ehh bukannya anak si mbanya baru 2 setengah tahun? Iyaaa lebih cepat lebih baik,,daripada telat..
Jreeennngggg..
Dua setengah taun lohhh booo
Emak emak itu juga ngasih I pad buat anaknya dengan program aplikasi yg katanya “must have item”
Errrrrrrrr..
Iya, dunia semakin kejam..be the first or no one will notice you
Harus pintar bahasa inggris lah, harus jago matematika, nomer satu Di sekolah..apakabar pelajaran budi pekerti sama agama..bukannya kalau Pinter tapi kelakuannya nyebelin juga orang males yah?
ini anak kita loh..
Tidakkah kita ingin mereka merasa bahagia? Bermain dengan riang sesuai usianya?
Berlarian atau main sepeda Dan hujan hujanan
Tidur siang Dan coret coret tembok
Apakah kalau mereka telat dimasukkan ke les les mereka jadi ketinggalan Dan jadi ‘tidak pintar?’
Dua setengah tahun??? Kumon? Come on..
Dan mereka sebut ini pendidikan pra sekolah?
Setiap orangtua punya cara sendiri membesarkan anaknya
Tapi kalau saya sih..saya yah..bermain itu hak setiap anak, sama seperti hak mereka atas asi kita.
Saya ingin memberi arslan waktu untuk bermain sebanyak dia Mau,,akan ada waktunya si anak bilang, Mau sekolah dong ma..Dan saat waktu itu datang dia
akan jalanin saat sekolahnya dengan senang Dan tanpa keterpaksaan..menurut yang saya Baca sih, keinginan anak sekolah biasanya dimulai dari umur 5 tahun..sekolah disini artinya sudah Ada keinginan mendisiplinkan diri, duduk tertib belajar Dan menyimak.
Sekarang arslan baru 5 bulan, masih banyak waktu buat si emak belajar hihihi
Mari semangat belajar emak emak muda :-*

image

Advertisements
Standard
Uncategorized

Assalamualaikum :-)

Assalamualaikum 😀 Kami keluarga Aryadi mengucapkan selamat menunaikan ibadah shaum semuanya,
Ga kerasa ya, setaun kemarin bulan ramadhan diisi doa supaya lahiran lancar, si anak sehat, sholeh, kasep yg alhamdulillah Di Kabul semua, bahkan dikasih bonus plus plus lainnya.bulan ramadhan ini diisi doa supaya anak selalu sehat Dan suami diangkat permanen aminn.
Malam ramadhan pertama, suami pulang bertugas. Pas banget huhehuhe setelah dua bulan setengah berjuang menaklukkan Jakarta sendiri kini datang lagi si jantung hati, yang selalu melindungi Dan meringankan hati.
Jam pulang kantorpun maju jadi jam 4, yg biasanya keluar rumah jam 5 pagi Dan nyampe rumah jam 6 sore. Sekarang setengah 6 sudah nemenin si kasep guling guling Di kasur.hmm yg dimaksud si kasep disini arslan yah, papahnya juga kasep sih, tapi kalau setengah 6 nemenin papahnya guling guling Di kasur agak hariwang yah…hariwang batal ahahahhaa
Selama ditinggal suami, banyak banget pembelajaran, salah satunya adalah betapa beratnya jadi ibu rumah tangga, ga kebayang yg jadi single mother huuhu begitu banyak Hal yg harus diurus Dan dipikirkan. Saya yg sangat amatir ini sangat keteteran, iuran kompleks, gas, listrik, air, belanja harian, bayar tukang dirumah (bayu bertugas meninggalkan saya dengan dapur yg sedang direnovasi), material yg kurang, si bibi yang jaga de arslan dengan semua masalah keluarganya yg dia bawa serta, uang sekolah anak anaknya si bibi, uang kuliah adik suami, pompa air yang rusak, kebon bambu belakang rumah, kerjaan Di Kantor, uang yg habis karena saya ga kelola dgn baik, stock asip yg mengkhawatirkan, anak sakit,Dan Dan Dan lainnya. Saya berusaha buat ga manja, belajar men solve semua masalahnya sendiri Dan ga bikin stress suami yg juga pasti stress buat adaptasi jauh dari anaknya yg lucu Dan istrinya yg cantik.
Dan amazingly saya bisa melaluinya jadi terharu sendiri ahahahaa semangat saya tentunya berasal dari arslan. Saya hrus kuat karena sudah jadi ibu sekarang, saya harus tenang, tidak panik, tidak mengeluh Dan tidak menyerah..hap hap hap..
Beberapa poin pembelajarannya adalah emosi saya sama dengan jumlah hasil asi,ekuivalen dengan emosi anak, berbanding lurus dengan seberapa cepat si masalah terurai.
Poin selanjutnya banyaaaakkk sekali yg harus saya pelajari untuk menjadi ibu, jauh lebih banyak dari semua yang pernah saya pelajari sampai sekarang, jadi jangan menyerah harus banyak belajar.
Poin selanjutnya….hargai suami kita
Mungkin kita suka lupa bilang terimakasih saat suami kita membuang sampah, menggunting rumput depan rumah, membenarkan lampu, memberi gajinya Di awal bulan,Hal Hal yang kadang kita pikir kewajiban mereka sebagai suami. Sungguh…butuh effort untuk itu…
Jadi Mari kita jangan lupa bilang tiga kata sakti, maaf, tolong, terimakasih bahkan untuk Hal kecil hihi

Standard